Sabtu, 07 Maret 2009

Kebijaksanaan Moneter

KEBIJAKSANAAN MONETER

DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI               

MAKNA DAN ARTI PENTINGNYA 

*       Kebijaksanaan moneter mengacu pada kebijaksanaan otorita meneter suatu negara yang menyangkut masalah-masalah moneter. Kebijaksanaan tersebut dapat didefenisikan sebagai kebijaksanaan yang berkenaan dengan :

*       Pengendalian lembaga keuangan.

*       Pembelian secara aktif kertas-kertas berharga oleh otorita moneter sebagai ikhtiar sengaja untuk mempengaruhi perubahan keadaan uang.

*       Pembelian dan penjualan secara pasif kertas berharga (paper assets) yang timbul dari usaha mempertahankan struktur suku bunga tertentu, stabilitas harga saham, atau untuk memenuhi kewajiban dan komitmen tertentu lainnya.

 

Ciri Utama Kebijaksanaan Moneter :

*       Menurut Dr.J.D.Sethi Kebijaksanaan Moneter dapat berfungsi untuk :

*       Mendapatkan dan juga untuk mengambil manfaat dari struktur tingkat suku bunga yang paling sesuai.

*       Meraih perimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang.

*       Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian yang sedang berkembang dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya; dan juga penyaluran kredit kepada para pengguna sesuai dengan investasi yang direncanakan sebelumnya.

*       Pendirian, pelaksanaan dan perluasan lembaga keuangan.

*       Manajemen utang.

                                                                                                 

Ciri-ciri Kebijaksanaan Moneter :

*       Pendirian dan Perluasan Lembaga Keuangan.

*       Kebijaksanaan Suku Bunga yang Cocok.

*       Manajemen Utang

*       Perimbangan Tepat antara Penwaran dan Permintaan.

*       Pengendalian Kredit

 

KEBIJAKSANAAN FISKAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Ciri :

Kebijaksanaan fiskal berarti penggunaan pajak, pinjaman masyarakat, pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan “stabilitas atau pembangunan”.

Peranan kebijaksanaan fiskal bagi :

*       Negara maju adalah untuk menstabilkan laju pertumbuhan

*       Negara Terbelakang

Untuk memacu laju pembentukan modal, yang dirancang untuk sebagai piranti pembangunan.

Analisa Keynes:
Bahwa Tindakan moneter dipergunakan untuk  mengurangi tabungan dan meningkatkan kecendrungan mengkonsumsi, tetapi negara terbelakang dihadapkan pada masalah yang sama sekali berbeda

 

 

Upaya Internasional dalam Ek-Bang

UPAYA-UPAYA INTERNASIONALISME dalam kajian
PEMBANGUNAN EKONOMI

--"PERANAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI 
DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI---"


Klasik & Neo Klasik                          <---->   Pandangan lain
Perdagangan Internasional                            Terjadinya kesenjangan Internasional
Mesin pertumbuhan

MANFAAT LANGSUNG <----> MANFAAT TDK LANGSUNG
Ekspor lebih rendah                      Perluasan Pasar
Biaya lebih rendah dll                   Penemuan dan Pembaharuan dll

KEBIJAKSANAAN PERDAGANGAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

 Merupakan kebijaksanaan yang dapat menopang pencepatan laju pertumbuhan ekonomi dengan :
 Memungkinkan negara terbelakang memperoleh bagian lebih besar dari manfaat perdagangan.
 Meningkatkan laju pembentukan modal
 Meningkatkan industrialisasi.
 Menjaga keseimbangan neraca pembayaran.

Beberapa argumen yang mendukung suatu kebijaksanaan perdagangan yanga bertujuan memberikan proteksi.

 Argument Term of Trade :

PERENCANAAN EKONOMI

BEBERAPA MASALAH PERENCANAAN EKONOMI

PENGERTIAN PERENCANAAN EKONOMI :
Ferydinand Zweig : Perencanaan perekonomian, bukan perencanaan di dalam perekonomian.
Prof. Robbins : Perencanan ekonomi sbg pengawasan atau pengendalian secara kolektif atas seluruh kegiatan swasta di bidang produksi dan pertukaran.
Hayer : Perencanaan berarti pengaturan kegiatan produktif oleh penguasa pusat.
Dr. Dalton : Perencanaan ekonomi dlm pengertian yang paling luas adalah pengaturan dengan sengaja oleh orang yang berwenang mengenai sumber2 kegiatan ekonomi ke arah tujuan yang ditetapkan.
Lewis Lordwin : suatu rencana pengorganisasian perekonomian dimana pabrik, perusahaan, dan industri yang terpisah-pisah dianggap sbg unit2 terpadu dari satu sistem tunggal dlm rangka memanfaatkan sumber yang tersedia untuk mencapai kepuasan maksimum kebutuhan rakyat dalam waktu yang telah ditentukan.

Zweig : perencanaan ekonomi mencakup perluasan fungsi penguasa negara sampai ke pengorganisasian dan pemanfaatan sumber2 ekonomi.
Dickison : perencanaan sbg pengambilan keputusan utama ekonomi tentang apa dan berapa banyak, bagaimana, bila dan dimana akan diproduksi, serta buat siapa akan dialokasikan, oleh badan pengambil keputusan yang berwenang atas dasar pengamatan menyeluruh terhadap sistem perekonomian sebagai satu kesatuan.

PERENCANAAN EKONOMI  adalah
PENGENDALIAN DAN PENGATURAN PEREKONOMIAN DENGAN SENGAJA OLEH SUATU PENGUASA PUSAT UNTUK MENCAPAI SUATU SASARAN DAN TUJUAN TERTENTU DI DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU PULA.

RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 KOMISI PERENCANAAN 
 DATA STATISTIK
 TUJUAN
Rencana tsb dpt menetapkan tujuan2 seperti : meningkatkan pendapatan nasional, dan pendapatan perkapita, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan dan pemusatan kekuatan ekonomi, menaikan produksi pertanian, industrialisasi perekonomian, mencapai wilayah berimbang, mencapai swasembada dan sebagainya

RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Penetapan sasaran dan prioritas.
Sasaran dan prioritas tersebut harus global dan sektoral. Global harus tegas dan mencakup setiap aspek perekonomian yang meliputi sasaran produksi dan kuantitatif.
Prioritas ini harus ditentukan atas dasar kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perekonomian dengan memperhatikan sumber bahan, modal dan manusia yang tersedia.
 Mobilisasi sumber
 Keseimbangan dalam rencana
 Administrasi yang efisien dan tidak korup


RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Kebijaksanaan Pembangunan yang Tepat
Unsur2 utama Kebijaksanaan ekonomi menurut Prof. Lewis:
(1) Penyelidikan potensi pembangunan, survey sumber nasional, penelitian ilmiah, penelitian pasar.
(2) Penyediaan prasarana secara memadai (air, tenaga, angkutan dan perhubungan)
(3) Penyediaan fasilitas latihan khusus dan juga pendidikan umum yang memadai untuk menjamin keterampilan yang diperlukan.
(4) Perbaikan landasan hukum bagi kegiatan perekonomian khususnya peraturan yang berkaitan dengan hak atas tanah, perusahaan dan transaksi dagang.
(5) Bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak dan lebih baik.
(6) Menemukan dan membantu pengusaha yang potensial, baik dalam negeri maupun luar negeri.
(7) Peningkatan dan pemanfaatan sumber yang lebih baik, baik swasta maupun negara. 
RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Ekonomi dalam administrasi
 Dasar Pendidikan.
 Teori Konsumsi
 Dukungan masyarakat
PERENCANAAN DENGAN KOMANDO (DIRECTION) DAN PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN (INDUCEMENT)
Prof. Lewis
 Perencanaan dengan komando
Merupakan bagian integral dari masyarakat sosialis seperti Uni Soviet. Perencanaan tidak menghendaki adanya liberalisme. Ada satu penguasa pusat yang merencanakan, mengatur dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan sasaran dan prioritas yang telah ditentukan sebelumnya.
Kekurangan : 
1. Sistem perencanaan ini berkaitan dengan rezim birokratis dan totaliter. Kedaulatan konsumen tidak ada, rakyat tidak diperbolehkan berbelanja dan mengkonsumsi sesuai dengan selera, bahkan hak memilih pekerjaan pun tidak ada. Baik pasar maupun pasar buruh ditentukan oleh penguasa perencanaan. Jadi tidak kemerdeakaan EKONOMI.
2. Sistem ekonomi yang sangat rumit. Lewis : Hasil perencanaan dengan komando ini selalu berupa kelangkaan pada beberapa barang, dan surplus pada barang lainnya.
3. Sekali suatu rencana ditetapkan, tidak ada kemungkinan untuk memperbaiki bagian apapun jua. Karena mengubah satu bgian sangat sulit tanpa mengubah keseluruhannya.
PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN 
Merupakan perencanaan Demokratis. Artinya merencanakan dengan memanipulasi pasar.











PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN 

Merupakan perencanaan Demokratis. Artinya merencanakan dengan memanipulasi pasar. Tidak ada keharusan, tetapi ajakan.
- Ada kebebasan u berusaha
- Ada kebebasan u berkonsumsi Pemerintah--- rakyat
- Ada kebebasan u produksi

1. Perangsang yang ditawarkan mungkin tdk memadai bagi produsen dan konsumen u bertindak seperti yang diinginkan pemerintah.
2. Pelaksanaan rencana secara aktual diserahkan pada kekuatan pasar, maka kelebihan atau kelangkaan pasti timbul.
3. Langkah moneter dan fiskal tidak cukup merangsang pembangunan ekonomi terencana dgn menaikkan laju pembentukan modal.


PERENCANAAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN FISIK
Perencanaan Keuangan adalah : Merupakan Teknik perencanaan alokasi sumber-sumber dalam bentuk uang sementara perencanaan fisik berkenaan dengan alokasi sumber dipandang dari segi manusia, bahan dan peralatan.

PERENCANAAN KEUANGAN 
Pembiayaan ditetapkan dalam bentuk uang dan dibuat atas dasar berbagai hipotesa yang menyangkut pertumbuhan pendapatan nasional, konsumsi, impor dan sebagainya, untuk menutup pembiayaan tersebut melalui perpajakan, tabungan dan peningkatan penguasaan uang cash.

Hal tersebut dpt dicapai dengan menciptakan keseimbangan antara pendapatan penduduk-upah.
↓ 
Selanjutnya ia harus menciptakan keseimbangan antara bagian pendapatan penduduk yang akan dipakai untuk investasi swasta dengan jumlah barang investasi yang disediakan bagi sektor swasta

KETERBATASAN
1. Tindakan memobilisasi sumber keuangan melalui perpajakan dapat berpengaruh buruk pada kecendrungan menabung.
2. Terjadinya kelangkaan di dalam penawaran dan kenaikan inflasioner pada harga. Akibatnya sasaran fisik jadi terganggu.
3. Ada kemungkinan penawaran dapat ditingkatkan melalui impor, tetapi hal demikian akan kian mempersulit neraca pembayaran (negara terbelakang)
4. Sering terjadi kemacetan, khususnya inflasioner pada harga.
5. Ada nya ketimpangan diantara pekerja dan bukn pekerja.

PERENCANAAN FISIK
 Suatu usaha untuk menjabarkan usaha pembangunan dalam arti alokasi dan hasil produk sehingga memaksimalkan pendapatan dan pekerjaan
 Keseimbangan fisik dapat dicapai melalui penilaian yang tepat pada hubungan antara investasi dan output.


Special Economic Zone vs FTZ


KAWASAN EKONOMI KHUSUS adalah
"Kawasan tertentu di mana diberlakukan ketentuan khusus di bidang" :
1. Kepabeanan (Customs & excise);
2. Perpajakan (tax);
3. Perijinan (licensing) one stop service
4. Keimigrasian;
5. Ketanagakerjaan

Kawasan khusus ditunjang oleh :
1. Ketersediaan Infrastruktur yang andal serta,
2. Badan pengelola yang profesional dengan standar internasional

PERBANDINGAN KAWASAN

SKEMA

JENIS KEGIATAN

TUJUAN PASAR

Perlakuan Pembelian dari dlm Negeri

Otoritas dari Kawasan

SEZ

Berbagai jenis kegiatan (misalnya pertanian,industri,jasa,periwisata

Multi pasar: ekspor,domestik, di dalam SEZ

Sbg impor ke SEZ pengecualian dari BM dan PPN

Otoritas khusus utk kawasan, terpisah dr otoritas daerah stmpt

FTZ

Ekspor  barang & jasa

Ekspor

Umumnya sbg impor pengecualian dari BM & PPN

Otoritas khusus utk kawasan, terpisah dr otoritas daerah srmpt.

EPZ

Terutama bidang manufaktur

Ekspor

Diperlakukan sbg pembelian dlm negeri dan kena PPN

Umumnya di bwh Pemerintahan pusat atau daerah setempat

Kawasan Industri

Industri

Eksport, Domestik

Pembelian dlm Negeri

Umumnya dibwh pemerintah pusat atau daerah stmpat


Fokus Kepada Investor dari China
o Pemerintah China telah memberlakukan kenaikan pajak korporasi yang sebelumnya berkisar antara 18% - 24% menjadi 25% - 33% mulai Bulan Januari 2008.

o Pemerintah China juga memberlakukan kebijakan baru dalam perencanaan Investor untuk perluasan, dimana saat ini Pemerintah China hanya akan memberikan persetujuan atas Investasi yang dapat memberikan nilai tambah dari segi teknologi baru dan canggih.

o Barang-barang buatan China saat ini menghadapi larangan-larangan dagang Amerika dan negara-negara barat, sehingga para investor yang sudah berada di China, sedang mencari peluang untuk ekspansi ke lokasi negara yang masih bisa dikategorikan “LOW COST”, dalam hal ini Indonesia dan Batam khususnya harus segera mencari kesempatan untuk dapat menggaet Investor-Investor tersebut.


Yang Mempengaruh Investasi

NASIB BATAM DI TENGAH PUSARAN RESESI GLOBAL
-Dampak Perlambatan Ekonomi Amerika Serikat-
 Hambatan yang masih dirasakan oleh Kawasan-kawasan industri di Batam.  Contoh : PP No. 46/2007
Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam belum bisa diterapkan secara maksimal karena Pembentukan Badan Pengelolanya belum dibahas.
 Dampak tersebut dapat mengakibatkan penurunan jumlah investasi di pulau Batam, sehingga terjadi :
a. Penurunan jumlah tenaga kerja karena penutupan perusahaan atau PHK, dimana akan menambah jumlah pengangguran di Pulau Batam.
b. Memberi dampak “multiplier effect” yang negatif terhadap kehidupan industri di luar kawasan-kawasan industri, UMKM dan sektor non-formal di Pulau Batam.

DAYA TARIK INVESTASI ASING
Berdasarkan hasil beberapa survey terhadap investor, terdapat Beberapa faktor yang menjdi pertimbangan dalam melakukan Investasi di suatu negara/lokasi, antara lain :

FAKTOR

PERTIMBANGAN

Biaya

n         harga dan sewa tanah

n         upah buruh

Infrastruktur

n         kualitas infrastruktur transportasi

n         kedekatan dengan pelabuhan

n         kedekatan dengan bandar udara

n         kualitas telekomunikasi

Faktor lain

n         budaya lokal

n         fasilitas sekolah internasional

 

PERBANDINGAN KAWASAN

SKEMA

TUJUAN

LUAS LOKASI

LOKASI

SEZ

Pembangunan Integrasi untuk investasi dan penciptaan kerja

Antara 2,4 ha s.d 400 ha

Campuran

FTZ

Umumnya hanya untuk mendukung perdagangan ekspor

<50>

Dekat dengan pelabuhan dan bandara

EPZ

Ekspor

20 ha s.d 1.600 ha

Dekat dengan pelabuhan dan bandara

Kawasan Industri

Pembangunan Indsutri

<100>

Campuran


FAKTOR

PERTIMBANGAN

Bisnis

n         kedekatan dengan pasar

n         Ketersediaan bahan mentah

n         Kedekatan dengan konsumen

n         Kesiapan lokasi

Pendukung

n         dukungan perbankan

n         dukungan pemerintah

n         penguasaan bahasa

n         tingkat pajak perusahaan

Tenaga Kerja

n         ketersediaan buruh

n         ketrampilan buruh

n         karakteristik perburuhan