Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Laporan Akuntansi

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. 

Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca,laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
  • Sabtu, 07 Maret 2009

    Akuntansi Aktiva Tetap

    AKUNTANSI AKTIVA TETAP

     Definisi :

    -         merupakan barang berwujud

    -         dibeli bukan untuk dijual tetapi untuk operasional perusahaan

    -         masa manfaat nya relative lebih lama (lebih dari periode akuntansi)

    -         nilainya relative besar

    Klasifikasi/Penggolongan:

    1. Tanah

    Merupakan satu2 nya akt.tetap yg tdk terdepresiasi

    -         tidak mengalami penurunan nilai ekonomis

    -         tidak mengalami penyusutan nilai ekonomis

    1. Perbaikan tanah

    -mengalami penyusutan

    1. Gedung

    Ex. Pabrik, bangunan kantor

    1. Peralatan

    Ex. mesin

     

    1. WESEL BERBUNGA

     

    1/1/07

    Aktiva tetap (mesin)

    10.000.000

     

     

    Wesel Bayar

     

    10.000.000

    1/1/08

    Wesel Bayar

    10.000.000

     

     

    Biaya Bunga

    1.200.000

     

     

    Kas

     

    11.200.000

     

    Biaya Bunga= 10 jt / 10jt x12% = 1,2 Jt---------à jatuh tempo 1/1/2008

     

    1. SECARA GABUNGAN

    --à pengalokasian

    Co: dijual gedung, mesin, kendaraan sebesar 500 jt

          Terdiri:

          Gedung, HP 300 jt-----à 300/700 x 500 jt

          Gedung, HP 200 jt-----à 200/700 x 500 jt

          Gedung, HP 200 jt-----à 200/700 x 500 jt

    Akun-nya:

    Gedung

    Mesin

    kendaraan

    500.000.000

     

    Kas

     

    500.000.000

     

    Jika Harga Perolehan untuk membayar sendiri lebih kecil daripada diborongkan kpd orang lain, di akun nya tidak diakui sebagai keuntungan.

    Depresiasi a/d proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya pada/semasa masa manfaatnya.

     

    CARA PERHITUNGAN METODE DEPRESIASI

    1. Metode Garis Lurus

    Depresiasi =  HP – NR   

                                    UE

           HP = Harga Perolehan

                       NR = Nilai Residu

                       UE = Umur Ekonomis

    Ex.       Mesin   HP   = 13 jt 

                            NR       = 1 jt                depresiasi= 13 jt- 1 jt  = 2 jt/tahun

                            UE       = 6 jt                                        6 jt

                                                                Nilai penyusutannya = 2 jt/th                

    1. Metode Saldo Menurun


    a.         Saldo Menurun

    b.                  Saldo Menurun Ganda

    PT. BROMO

    Tabel Depresiasi Truk

    Metode Saldo Menurun Ganda

     

     

     

     

    Akhir Tahun

    Tahun

    HP

    Tarif

    Biaya

    Akumulasi

    Nilai

     

    Depresiasi

    Depresiasi

    Depresiasi/th

    depresiasi

    Buku

     

     

     

     

     

     

    1990

    13,000,000

    40%

    5,200,000

    5,200,000

    7,800,000

    1991

    7,800,000

    40%

    3,120,000

    8,320,000

    4,680,000

    1992

    4,680,000

    40%

    1,872,000

    10,192,000

    2,808,000

    1993

    2,808,000

     40%
    1,123,000
    11,315,000
    1,685,000

    1994

    1,685,000
    40%685,00012,000,000

    1,000

    (13jt-12jt)





    Nilai residu
    11.315.000+685.000

                                                                                                                       

     

    *40 % x Rp. 1,685,000 = Rp. 674,000 angka ini dibulatkan menjadi Rp. 685,000

    Supaya nilai buku menjadi sama dg nilai residu yaitu Rp. 1,000,000

     

    Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

     

    1. Metode Jumlah Angka Tahun

    1+2+3+4+5=15

     

     

     

     

    Akhir Tahun

    Tahun

    HP

    Tarif

    Biaya

    Akumulasi

    Nilai

     

    Depresiasi

    Depresiasi

    Depresiasi/th

    depresiasi

    Buku

     

     

     

     

     

     

    1990

    13,000,000

    5/15

    4,333,333

    4,000,000

    9,000,000

    1991

    12,000,000

    4/15

    3,200,000

    7,200,000

    5,800,000

    1992

    12,000,000

    3/15

    2,400,000

    9,600,000

    3,400,000

    1993

    12,000,000

    2/15

    1,600,000

    11,200,000

    1,800,000

    1994

    12,000,000

    1/15

    800,000

    12,000,000


     

     

     


    (=Nilai Residu) HPd=13 jt- 1 jt = 12 jt

     

     

    Harga Perolehan Depresiasi = HP – NR


    1. Metode Satuan Kegiatan

    Depresiasi/satuan =               HP – NR

                                                  

                                                            atuan Kegiatan

     

                Ex. Truk Rp. 100.000 Km

                                                                = 13 jt-1 jt   = 120 sat keg

                                                                   100 .000 km

                                                    RDI = 15.000x120 = 1.800.000

     

     

    2 JENIS PENGELUARAN PADA AKTIVA TETAP ;

     

    1. Revenue Expenditure

        Dibebankan sebagai pemeliharaan atau reparasi

    2. Capital Expenditure

        Yang menambah nilai/umur ekonomis

        Me+ Nilai ekonomis ---------  >di Debet nya ditulis-----à Aktiva tetapnya

        Me+ Nilai ekonomis ---------  >di Debet nya ditulis-----à Akumulasi Penyusutan