Tampilkan postingan dengan label Ekonomi pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi pembangunan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

NASIB BATAM DI TENGAH PUSARAN RESESI GLOBAL

Dampak Perlambatan Ekonomi Amerika Serikat :

1. Hambatan yang masih dirasakan oleh Kawasan-kawasan industri di Batam


Contoh : PP No. 46/2007Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam belum bisa diterapkan secara maksimal karena Pembentukan Badan Pengelolanya belum dibahas.

2. Dampak tersebut dapat mengakibatkan penurunan jumlah investasi di pulau Batam, sehingga terjadi :

  • Penurunan jumlah tenaga kerja karena penutupan perusahaan atau PHK, dimana akan menambah jumlah pengangguran di Pulau Batam
  • Memberi dampak “multiplier effect” yang negatif terhadap kehidupan industri di luar kawasan-kawasan industri, UMKM dan sektor non-formal di Pulau Batam.



DAYA TARIK INVESTASI ASING

Berdasarkan hasil beberapa survey terhadap investor, terdapat Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam melakukan Investasi di suatu negara/lokasi, antara lain : 


Faktor penarik investasi asing
Tabel 1 Faktor -faktor yang menjadi daya tarik investasi asing

TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI FEI-RANIS

TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI FEI-RANIS
oleh JOHN FEI  dan GUSTAV RANIS

A Theory of Economic Development :

(Proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya)

ASUMSI

Ada ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg, dan industri yang aktif.
Output sektor pertanian adalaf fungsi dari tanah dan buruh saja.
Disektor pertanian tidak ada akumulasi modal selain dalam bentuk penggarapan tanah kembali (reklamasi)
Persediaan atau penawaran tanah bersifat tetap.
Kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (Return to scale) yang ditetapkan dengan buruh sebagai faktor variable.
Diasumsikan bahwa produkstivitas marginal buruh adalah nol. Jika penduduk melampaui jumlah di mana produkstivitas marginal buruhnya nol, buruh dapat dialihkan ke sektor indsutri tanpa mengurangi keluaran (out put) pertanian
Output sektor industri adalah fungsi dari modal dan buruh saja. Tanah tdk mempunyai peranan sebagai faktor produksi.
Pertumbuhan penduduk dianggap sebagai fenomena eksogen
Upah nyata di sektor industri dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan nyata (sebelumnya) sektor pertanian. Mereka menyebutnya upah institusional
Pekerja dimasing-masing sektor hanya mengkonsumsi produk-produk pertanian

Dari Asumsi diatas Fei dan Ranis menelaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi tiga tahap :

Sabtu, 07 Maret 2009

Kebijaksanaan Moneter

KEBIJAKSANAAN MONETER

DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI               

MAKNA DAN ARTI PENTINGNYA 

*       Kebijaksanaan moneter mengacu pada kebijaksanaan otorita meneter suatu negara yang menyangkut masalah-masalah moneter. Kebijaksanaan tersebut dapat didefenisikan sebagai kebijaksanaan yang berkenaan dengan :

*       Pengendalian lembaga keuangan.

*       Pembelian secara aktif kertas-kertas berharga oleh otorita moneter sebagai ikhtiar sengaja untuk mempengaruhi perubahan keadaan uang.

*       Pembelian dan penjualan secara pasif kertas berharga (paper assets) yang timbul dari usaha mempertahankan struktur suku bunga tertentu, stabilitas harga saham, atau untuk memenuhi kewajiban dan komitmen tertentu lainnya.

 

Ciri Utama Kebijaksanaan Moneter :

*       Menurut Dr.J.D.Sethi Kebijaksanaan Moneter dapat berfungsi untuk :

*       Mendapatkan dan juga untuk mengambil manfaat dari struktur tingkat suku bunga yang paling sesuai.

*       Meraih perimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang.

*       Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian yang sedang berkembang dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya; dan juga penyaluran kredit kepada para pengguna sesuai dengan investasi yang direncanakan sebelumnya.

*       Pendirian, pelaksanaan dan perluasan lembaga keuangan.

*       Manajemen utang.

                                                                                                 

Ciri-ciri Kebijaksanaan Moneter :

*       Pendirian dan Perluasan Lembaga Keuangan.

*       Kebijaksanaan Suku Bunga yang Cocok.

*       Manajemen Utang

*       Perimbangan Tepat antara Penwaran dan Permintaan.

*       Pengendalian Kredit

 

KEBIJAKSANAAN FISKAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Ciri :

Kebijaksanaan fiskal berarti penggunaan pajak, pinjaman masyarakat, pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan “stabilitas atau pembangunan”.

Peranan kebijaksanaan fiskal bagi :

*       Negara maju adalah untuk menstabilkan laju pertumbuhan

*       Negara Terbelakang

Untuk memacu laju pembentukan modal, yang dirancang untuk sebagai piranti pembangunan.

Analisa Keynes:
Bahwa Tindakan moneter dipergunakan untuk  mengurangi tabungan dan meningkatkan kecendrungan mengkonsumsi, tetapi negara terbelakang dihadapkan pada masalah yang sama sekali berbeda

 

 

Upaya Internasional dalam Ek-Bang

UPAYA-UPAYA INTERNASIONALISME dalam kajian
PEMBANGUNAN EKONOMI

--"PERANAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI 
DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI---"


Klasik & Neo Klasik                          <---->   Pandangan lain
Perdagangan Internasional                            Terjadinya kesenjangan Internasional
Mesin pertumbuhan

MANFAAT LANGSUNG <----> MANFAAT TDK LANGSUNG
Ekspor lebih rendah                      Perluasan Pasar
Biaya lebih rendah dll                   Penemuan dan Pembaharuan dll

KEBIJAKSANAAN PERDAGANGAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

 Merupakan kebijaksanaan yang dapat menopang pencepatan laju pertumbuhan ekonomi dengan :
 Memungkinkan negara terbelakang memperoleh bagian lebih besar dari manfaat perdagangan.
 Meningkatkan laju pembentukan modal
 Meningkatkan industrialisasi.
 Menjaga keseimbangan neraca pembayaran.

Beberapa argumen yang mendukung suatu kebijaksanaan perdagangan yanga bertujuan memberikan proteksi.

 Argument Term of Trade :

PERENCANAAN EKONOMI

BEBERAPA MASALAH PERENCANAAN EKONOMI

PENGERTIAN PERENCANAAN EKONOMI :
Ferydinand Zweig : Perencanaan perekonomian, bukan perencanaan di dalam perekonomian.
Prof. Robbins : Perencanan ekonomi sbg pengawasan atau pengendalian secara kolektif atas seluruh kegiatan swasta di bidang produksi dan pertukaran.
Hayer : Perencanaan berarti pengaturan kegiatan produktif oleh penguasa pusat.
Dr. Dalton : Perencanaan ekonomi dlm pengertian yang paling luas adalah pengaturan dengan sengaja oleh orang yang berwenang mengenai sumber2 kegiatan ekonomi ke arah tujuan yang ditetapkan.
Lewis Lordwin : suatu rencana pengorganisasian perekonomian dimana pabrik, perusahaan, dan industri yang terpisah-pisah dianggap sbg unit2 terpadu dari satu sistem tunggal dlm rangka memanfaatkan sumber yang tersedia untuk mencapai kepuasan maksimum kebutuhan rakyat dalam waktu yang telah ditentukan.

Zweig : perencanaan ekonomi mencakup perluasan fungsi penguasa negara sampai ke pengorganisasian dan pemanfaatan sumber2 ekonomi.
Dickison : perencanaan sbg pengambilan keputusan utama ekonomi tentang apa dan berapa banyak, bagaimana, bila dan dimana akan diproduksi, serta buat siapa akan dialokasikan, oleh badan pengambil keputusan yang berwenang atas dasar pengamatan menyeluruh terhadap sistem perekonomian sebagai satu kesatuan.

PERENCANAAN EKONOMI  adalah
PENGENDALIAN DAN PENGATURAN PEREKONOMIAN DENGAN SENGAJA OLEH SUATU PENGUASA PUSAT UNTUK MENCAPAI SUATU SASARAN DAN TUJUAN TERTENTU DI DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU PULA.

RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 KOMISI PERENCANAAN 
 DATA STATISTIK
 TUJUAN
Rencana tsb dpt menetapkan tujuan2 seperti : meningkatkan pendapatan nasional, dan pendapatan perkapita, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan dan pemusatan kekuatan ekonomi, menaikan produksi pertanian, industrialisasi perekonomian, mencapai wilayah berimbang, mencapai swasembada dan sebagainya

RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Penetapan sasaran dan prioritas.
Sasaran dan prioritas tersebut harus global dan sektoral. Global harus tegas dan mencakup setiap aspek perekonomian yang meliputi sasaran produksi dan kuantitatif.
Prioritas ini harus ditentukan atas dasar kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perekonomian dengan memperhatikan sumber bahan, modal dan manusia yang tersedia.
 Mobilisasi sumber
 Keseimbangan dalam rencana
 Administrasi yang efisien dan tidak korup


RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Kebijaksanaan Pembangunan yang Tepat
Unsur2 utama Kebijaksanaan ekonomi menurut Prof. Lewis:
(1) Penyelidikan potensi pembangunan, survey sumber nasional, penelitian ilmiah, penelitian pasar.
(2) Penyediaan prasarana secara memadai (air, tenaga, angkutan dan perhubungan)
(3) Penyediaan fasilitas latihan khusus dan juga pendidikan umum yang memadai untuk menjamin keterampilan yang diperlukan.
(4) Perbaikan landasan hukum bagi kegiatan perekonomian khususnya peraturan yang berkaitan dengan hak atas tanah, perusahaan dan transaksi dagang.
(5) Bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak dan lebih baik.
(6) Menemukan dan membantu pengusaha yang potensial, baik dalam negeri maupun luar negeri.
(7) Peningkatan dan pemanfaatan sumber yang lebih baik, baik swasta maupun negara. 
RUMUSAN RENCANA DAN SYARAT-SYARAT PERENCANAAN YANG BERHASIL
 Ekonomi dalam administrasi
 Dasar Pendidikan.
 Teori Konsumsi
 Dukungan masyarakat
PERENCANAAN DENGAN KOMANDO (DIRECTION) DAN PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN (INDUCEMENT)
Prof. Lewis
 Perencanaan dengan komando
Merupakan bagian integral dari masyarakat sosialis seperti Uni Soviet. Perencanaan tidak menghendaki adanya liberalisme. Ada satu penguasa pusat yang merencanakan, mengatur dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan sasaran dan prioritas yang telah ditentukan sebelumnya.
Kekurangan : 
1. Sistem perencanaan ini berkaitan dengan rezim birokratis dan totaliter. Kedaulatan konsumen tidak ada, rakyat tidak diperbolehkan berbelanja dan mengkonsumsi sesuai dengan selera, bahkan hak memilih pekerjaan pun tidak ada. Baik pasar maupun pasar buruh ditentukan oleh penguasa perencanaan. Jadi tidak kemerdeakaan EKONOMI.
2. Sistem ekonomi yang sangat rumit. Lewis : Hasil perencanaan dengan komando ini selalu berupa kelangkaan pada beberapa barang, dan surplus pada barang lainnya.
3. Sekali suatu rencana ditetapkan, tidak ada kemungkinan untuk memperbaiki bagian apapun jua. Karena mengubah satu bgian sangat sulit tanpa mengubah keseluruhannya.
PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN 
Merupakan perencanaan Demokratis. Artinya merencanakan dengan memanipulasi pasar.











PERENCANAAN DENGAN RANGSANGAN 

Merupakan perencanaan Demokratis. Artinya merencanakan dengan memanipulasi pasar. Tidak ada keharusan, tetapi ajakan.
- Ada kebebasan u berusaha
- Ada kebebasan u berkonsumsi Pemerintah--- rakyat
- Ada kebebasan u produksi

1. Perangsang yang ditawarkan mungkin tdk memadai bagi produsen dan konsumen u bertindak seperti yang diinginkan pemerintah.
2. Pelaksanaan rencana secara aktual diserahkan pada kekuatan pasar, maka kelebihan atau kelangkaan pasti timbul.
3. Langkah moneter dan fiskal tidak cukup merangsang pembangunan ekonomi terencana dgn menaikkan laju pembentukan modal.


PERENCANAAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN FISIK
Perencanaan Keuangan adalah : Merupakan Teknik perencanaan alokasi sumber-sumber dalam bentuk uang sementara perencanaan fisik berkenaan dengan alokasi sumber dipandang dari segi manusia, bahan dan peralatan.

PERENCANAAN KEUANGAN 
Pembiayaan ditetapkan dalam bentuk uang dan dibuat atas dasar berbagai hipotesa yang menyangkut pertumbuhan pendapatan nasional, konsumsi, impor dan sebagainya, untuk menutup pembiayaan tersebut melalui perpajakan, tabungan dan peningkatan penguasaan uang cash.

Hal tersebut dpt dicapai dengan menciptakan keseimbangan antara pendapatan penduduk-upah.
↓ 
Selanjutnya ia harus menciptakan keseimbangan antara bagian pendapatan penduduk yang akan dipakai untuk investasi swasta dengan jumlah barang investasi yang disediakan bagi sektor swasta

KETERBATASAN
1. Tindakan memobilisasi sumber keuangan melalui perpajakan dapat berpengaruh buruk pada kecendrungan menabung.
2. Terjadinya kelangkaan di dalam penawaran dan kenaikan inflasioner pada harga. Akibatnya sasaran fisik jadi terganggu.
3. Ada kemungkinan penawaran dapat ditingkatkan melalui impor, tetapi hal demikian akan kian mempersulit neraca pembayaran (negara terbelakang)
4. Sering terjadi kemacetan, khususnya inflasioner pada harga.
5. Ada nya ketimpangan diantara pekerja dan bukn pekerja.

PERENCANAAN FISIK
 Suatu usaha untuk menjabarkan usaha pembangunan dalam arti alokasi dan hasil produk sehingga memaksimalkan pendapatan dan pekerjaan
 Keseimbangan fisik dapat dicapai melalui penilaian yang tepat pada hubungan antara investasi dan output.


Keyne$, Paradox Sang Revolusioner

Paradox Sang Revolusioner, Keynes§
John Maynard Keynes adalah Godfather intelektual kapitalisme kesejahteraan pasca perang, dan Herbert Marcuse berada di antara pengkritiknya. Maka ada afinitas yang mengejutkan di antara mereka.
Dalam depresi, Keynes menawarkan serangkaian kritik terhadap kebijakan pemerintah tentang laissez-faire, yang memuncak pada The General Theory of Employment, Interest, and Money (1936).

            Membidik konsepsi ekonomi sebagai entitas regulasi dini, yang merupakan warisan Smith, Keynes menginterpretasikan depresi sebagai satu produk asumsi yang salah bahwa pasar akan menghasilkan lapangan pekerjaan yang memadai pada dirinya sendiri. Dia menawarkan sebuah rasionalisasi ekonomi bagi pemerintah untuk berusaha secara aktif melawan pengangguran dengan meningkatkan level pengeluaran pemerintah. Pada tingkat ketika investasi dan konsumsi pribadi sangat lemah, pemerintah akan menstimulasi aktivitas ekonomi. Pengeluaran pemerintah, menurut Keynes, akan membuat masyarakat bekerja, pengeluaran mereka akan menambah permintaan barang-barang, untuk selanjutnya menciptakan keuntungan yang tinggi yang akan mendorong para pemilik uang untuk berinvestasi dengan mudah. Pengangguran akan lenyap, dan ekonomi akan meningkat. Keynes menjadi ekonom yang sangat berpengaruh di Barat dari tahun 1930-an sampai tahun 1970-an. Terutama karena ia memberikan rasionalisasi saintifik bagi apa yang politisi ingin lakukan, terutama karena ia memberikan kepada para ekonom sebuah angan-angan yang mengkombinasikan antara otoritas tehnik dan tujuan moral yang mulai, dan terutama karena ia menciptakan sebuah gudang senjata bagi konsep ekonomi untuk membuktikan urgensinya, kendatipun banyak juga orang yang tidak sepakat dengan apa yang ia tawarkan. Pada beberapa pujian, John Maynard Keynes adalah personifikasi intelektual abdi sipil, dimana Smith, Hegel, dan Arnold telah lebih dahulu masuk ke dalamnya. Anak dari seorang akademisi sekaligus seoarang aktivis politik ini belajar matematika dan filsafat sebelum belajar ekonomi. Ia menjadi teladan bagi elit universitas administrative, yang membagi waktunya antara mengajar ekonomi di Cambridge dan terlibat di dalam bagian-bagian ekonomi yang beragam dalam melayani publik. Dia juga seorang seniman, yang menggunakan waktu dan uangnya untuk membantu kesenian. Dia membuat seperangkat teori untuk menjaga Inggris (dan negara-negara lain yang membacanya) dari perluasan depresi pengangguran yang dia khawatirkan akan merusak dukungan terhadap demokrasi liberal sebagaimana di Jerman. 
         Kendatipun dia memikirkan tujuan mulia tentang isu tersebut di atas, Keynes tidak menulis secara sistematis tentang konsekuensi budaya, moral, dan social dari kapitalisme. Apa yang dia katakan pada topik ini sangat tidak sistematis dan memiliki banyak kontradiksi. Tapi hal itu berharga untuk sebuah pandangan sekilas terhadap ungkapan tidak sistematisnya, setidak-tidaknya karena mereka memperlihatkan sebuah apresiasi yang tajam akan pertumbuhan ekonomi yang diciptakan oleh kapitalisme, yang akan berdampingan dengan antipati yang sangat ekstrim terhadap sumber-sumber pertumbuhan tersebut. Apa yang menjadi kekhawatiran Smith atau Arnold, bagi Keynes, menjadi satu beban moral untuk dikeluarkan sesegera mungkin. Jika kepala Keynes ada di dalam matematika dan ekonomi Cambridge, maka hatinya ada di Bloomsbury, tetangga London, dimana kearifan kulturalnya dibentuk oleh partisipasinya di dalam lingkungan para artis, musisi, dan penulis terkenal. Visi tentang kehidupan yang baik adalah bangunan estetika yang ideal dan persahabatan yang erat, yang berkombinasi dengan pelayanan publik. Dari puncak Bloomsbury ia memandang kota London. Dari semula, ia menggambarkan harga kemajuan ekonomi sebagai “rentier bourgeoisie,” yang telah mengorbankan seni kesenangan (art of enjoyment) kepada pelipatgandaan tabungan (compound interest). Dalam General Theory, dia menuntut kebijakan pemerintah yang akan sangat menambah ketersediaan kapital, bahwa hal itu hanya akan mendatangkan keuntungan minimal, bahkan akan menciptakan “the euthanasia of rentier.” Jika Keynes terlihat memakai pandangan Smith dan Arnold, maka sentimen-sentimen mendalamnya nampak dekat dengan Marx dan Engels. Sentimen-sentimen ini ada di awal-awal dan juga materi perkuliahan yang dicetak kembali dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1930 sebagai “Economic Prospect for Our Grand Children.” Sebagaimana Schumpeter, Keynes mencatat penampilan kapitalisme di masa lalu yang sangat luar biasa sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, dan memprediksi bahwa jika perang dan instabilitas internal dapat dihindari, maka masa depannya akan dramatik. Sesungguhnya, Keynes berspekulasi bahwa kemanusiaan berada pada caranya sendiri untuk menyelesaikan prolem ekonominya. Pada beberapa generasi, kebutuhan absolut seseorang terpenuhi, walaupun bukan kebutuhan yang relatif, dalam pengertian bahwa kita merasakan mereka hanya jika kepuasannya mengangkat kita, membuat kita superior, di atas orang lain. Problem masyarakat yang nampak adalah bagaimana menghabiskan waktu luang ketika pekerjaan telah sangat sedikit. 
         Adam Smith menggambarkan aktifitas pasar dimotivasi oleh hasrat untuk memperbaiki posisi manusia di muka bumi . Bagi Smith, motivasi-motivasi di atas bukanlah kejahatan, kendatipun, sebagaimana dalam kasus seorang manusia miskin yang ambisius, hal tersebut tidak kondusif bagi pemenuhan kebahagiaan secara langsung. Banyak pemikir selanjutnya, yang telah teruji, juga mengarah kepada refleksi tentang bahaya moral atau kekecewaan personal terhadap pengejaran harta kekayaan, terutama terhadap harta yang amat berharga, uang. Pandangan Keynes tentang masa depan kembali kepada bahasa kono yang merefleksikan sebuah sensibilitas permusuhan yang lebih akut: “Ketika akumulasi kekayaan tidak lebih banyak dari pentingnya masyarakat, maka akan ada perubahan besar dalam ranah moral. Kita akan dapat membersihkan diri dari banyak prinsip moral semu yang telah merasuki kita selama 200 tahun, dimana kita telah mengagungkan kualitas kemanusiaan yang menjijikkan. Kita akan berani menilai motif uang pada nilai yang sebenarnya. Kecintaan akan uang sebagai milik—dibedakan dari kecintaan akan uang sebagai kekayaan untuk kesenangan dan kenyataan hidup—akan diakui karena apa—agak menjijikkan memang—menyerahkan sesuatu yang semi patologi dan semi kriminal tersebut kepada spesialis dengan mental yang mengerikan.” Problem bagi Keynes, sebagaimana bagi Marx muda, adalah menunda kesenangan, apa yang disebut “purposiveness,” yang dipersingkat untuk lebih memperhatikan di masa yang akan datang melalui tindakan kita daripada dengan kualitas mereka sendiri atau efek-efek instantnya dari pola tingkah laku lingkungan kita sendiri. Dia meremehkan keagungan masa depan di atas masa kini sebagai satu usaha untuk menjaga keabadian khayalan. “Mungkin bukan kebetulan, tentang bangsa yang membawa perjanjian keabadian ke dalam jantung dan esensi agama, kita juga telah banyak melakukan sesuatu karena alasan prinsip kepentingan yang berlipatganda dan terutama karena kecintaan akan institusi-institusi kemanusiaan.” Dia umumkan selanjutnya: “Saya melihat kita bebas….kembali kepada prinsip yang pasti dari nilai tradisi dan agama—bahwa ketamakan adalah sebuah kejahatan, bahwa pemerasan dalam riba adalah tindak pidana, dan kecintaan akan uang adalah menjijikkan, bahwa perjalanan itu benar-benar menuju kebaikan dan kebijaksanaan yang memikirkan masa depan. Kita sekali lagi akan menilai akhir kekayaan dan memilih kebaikan yang berguna. Kita akan memberikan penghormatan kepada yang bisa mengajarkan kita bagaimana menggunakan setiap waktu yang baik, masyarakat yang sangat menyenangkan yang mampu mempersembahkan kesenangan di dalam sesuatu, bunga-bunga lili di taman yang tidak terlalu butuh usaha keras untuk mendapatkaannya, dan juga tidak perlu pusing.”
Itu adalah masa depan dua generasi. Individualisme akan tumbuh dengan subur menghapus yang tidak baik. Bagaimanapun, selama masa itu, kemunafikan moral mendasar yang berada di samping kapitalisme akan terus berlanjut: “kita harus melanjutkan anggapan bahwa keadilan adalah kecurangan dan kecurangan adalah keadilan; karena kecurangan itu berguna dan keadilan tidak. Ketamakan, riba, dan tindakan pencegahan harus menjadi dewa-dewa kita sejauh yang kita mampu. Karena hanya mereka yang dapat mengeluarkan kita dari kegelapan terowongan ekonomi ke dalam keterang-benderangan.” Dalam pada itu, adalah masyarakat seperti teman-teman Bloomsburynya Keyneslah yang merupakan benih masa depan yang terlatih. “Para pialang uang yang kuat mungkin membawa kita semua bersama mereka ke pangkuan ekonomi yang berlimpah,” tandasnya, “ tapi itu akan memasukkan masyarakat, yang mempertahankan hidup, dan mengolahnya ke dalam sebuah kesempurnaan, seni kedupan itu sendiri dan tidak menjual dirinya kepada kekayaan hidup, yang akan dapat menyenangkan keberlimpahan ketika ia datang.”
          Beberapa tahun kemudian dalam bab penutup General Theorynya, Keynes lebih terkendali, memikirkan kembali tulisan-tulisannya bahwa “ada aktivitas-aktivitas manusia yang bernilai yang membutuhkan motivasi yang mendatangkan uang dan lingkungan kekayaan kepemilikan pribadi karena hasil yang diperolehnya,” kendatipun dia memikirkan motivasi making money dapat berfungsi dengan rangsangan yang lebih rendah daripada hari ini. Karena Keynes sama sekali tidak konsisten, sulit untuk mengetahui apakah ungkapan-ungkapan yang lebih hati-hati di dalam General Theory adalah pokok-pokok perhatiannya dan merupakan masa depan ekonomi bagi anak cucu kita yang semata-mata sebuah jeu d’esprit. Penulis biografinya yang terkenal, Robert Skidelsky, menegaskan pandangan yang lebih radikal layaknya “garis-garis pada pemikirannya secara intuitif, dan biasanya, melaju tanpa kekangan tuntutan-tuntutan formal.”
Antipati budaya Keynes untuk menunda kesenangan memiliki pengaruh tertentu pada analisis dan resep ekonominya. Pada abad sebelumnya, Simmel menawarkan sebuah analisis tentang kenapa memiliki uang secara actual lebih berguna daripada memiliki sesuatu yang lain, karena uang dapat dipakai untuk membeli. “Keuntungan uang melebihi objek-objek dimana dia dapat dipertukarkan,” demikian Simmel, “karena pemilik uang memiliki kepuasan psikis yang datang dari pilihan barang-barang yang dapat dibeli dengan uang.” Keynes memfokuskan pada fenomena tersebut, memberikannya sebuah nama saintifik (the marginal propensity to save, kecenderungan marjinal untuk menghemat), menghubungkannya dengan hukuman ekonomi tentang riba, dan menjadikannya penyebab The Great Depression. Dia menegaskan bahwa level tertinggi dari tingkat tabungan bertanggungjawab kepada depresi yang terus-menerus malanda. Masalahnya adalah liquidity preference dari pemilik uang (pilihan mereka untuk berinvestasi secara penuh) untuk menjaga tabungan yang akan diinvestasikan bagi pembukaan lapangan kerja secara penuh. Dia juga percaya bahwa dalam keadaan sekarang ini, penghematan—pengejawantahan moneter dari kesenangan yang tertunda—adalah sebuah nilai kuno, sungguh sebuah kecenderungan yang counterproductive, karena dia menjaga konsumsi pada level yang sangat rendah. Bersamaan dengan kecenderungan untuk menghemat pada level yang tinggi, sekarang hal itu merupakan penghalang bagi investasi, dan oleh karenanya bagi pemenuhan lapangan kerja dan bagi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, “the paradox of thrift”: “dalam kondisi-kondisi kontemporer, pertumbuhan kekayaan, sepanjang bergantung kepada anggapan umum tentang pantangan kekayaan, dihalangi oleh konsep di atas.” Keynes, untuk itu, menyimpulkan bahwa ada kebutuhan akan kontrol sentral untuk membawa persesuaian antara kecenderungan berkonsumsi dan dorongan berinvestasi.
Oleh karenanya, kontrol sentral di atas diharapkan mensosialisasikan ekonomi. Karena Keynes adalah seorang liberal, yang berpendapat senada dengan takaran kebebasan individu dalam kehidupan ekonomi, dia masih berada dalam bayangan John Stuart Mill dan yang akan ditekankan kembali oleh Friedrich Hayek:
“Individualisme, jika saja ia bisa dibersihkan dari cacat dan penyalahgunaannya, adalah penjaga kebebasan terbaik, dibandingkan dengan beberapa sistem yang lain, dalam pengertian bahwa ia secara luar biasa memperlebar wilayah eksperimentasi pilihan personal. Dia juga adalah penjaga terbaik bagi keberagaman hidup, yang secara tepat muncul dari wilayah pilihan personal yang diperluas, dan melepaskan diri dari negara homogen dan totaliter. Karena keberagaman ini menjaga tradisi yang mewujudkan keamanan dan pilihan-pilihan yang berhasil dari generasi-generasi terdahulu, dia mewarnai masa kini dengan diversifikasi angan-angannya, dan membuat eksperimen sebaik tradisi dan angan-angan. Dia adalah instrumen terbaik untuk masa depan terbaik.”
         Keynes mempertahankan perluasan peran pemerintah “hanya sebagai alat praktis untuk menghalangi destruksi bentuk-bentuk ekonomi yang hadir dalam keseluruhannya dan sebagai prasyarat keberhasilan fungsi inisiatif individual.” General Theory adalah sebuah serangan—tidak sebanyak dengan apa yang Smith tulis tentang reduksinya—terhadap dogma laissez faire. Keynes bermaksud membebaskan pikiran-pikiran pengambil kebijakan ekonomi dari ketaatan buta kepada kepercayaan bahwa the invisible hand of the market adalah solusi bagi setiap problem ekonomi—sebuah kepercayaan yang tidak pernah dianut oleh Smith sendiri.
Sebagaimana Smith, Keynes berpikir bahwa para pembuat kebijakan pemerintahan harus mendengarkan para ekonom. Tapi bagi Keynes, pemerintah harus mengganti kerugian akibat kerusakan yang diciptakan oleh ketamakan, riba, dan budaya murahan yang membuat individu-individu sangat hemat dan cenderung untuk menunda kesenangan. Menejmen pemerintahan yang tepat tentang ekonomi melalui tangan-tangan terampil para ekonom secara tehnis akan mewariskan ruang bagi semakin banyak pria dan wanita mengikutsertakan diri mereka untuk tujuan-tujuan budaya dan estetika. “Problem ekonomi,” tulisnya, “akan menjadi satu persoalan bagi para spesialis—seperti kedokteran gigi.”
Sekurang-kurangnya demikianlah. Tapi dia mengulur harapan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama ketamakan tidak akan terkekang melainkan tercerabut sampai ke akar-akarnya, dan bahwa permintaan-permintaan terbatas tentang kesenangan budaya yang tertunda akan dibuat tak berguna oleh perkembangan ekonomi. Dalam beberapa tahun, Herbert Marcuse akan mengeluarkan pendapat bahwa waktu itu sungguh telah tiba. Kedua pemikir tersebut barangkalai terlihat luar biasa dan gemar melawan. Tapi dalam beberapa catatan, ide-ide Marcuse dibaca sebagaimana Keynes—dengan menghilangkan unsur ekonomi.

Artikel ini diterjemahkan secara bebas oleh Saidiman dari subjudul, The Paradox of Keynes, dalam artikel From Keynes to Marcuse: Affluence and Its Discontents (2002), untuk keperluan diskusi ekonomi di Formaci, Mei 2005.

TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI

TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI FEI-RANIS
oleh JOHN FEI & GUSTAV RANIS
A Theory of Economic Development :
"Proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya"
ASUMSI :
 Ada ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg, dan industri yang aktif.


 Output sektor pertanian adalaf fungsi dari tanah dan buruh saja.
 Disektor pertanian tidak ada akumulasi modal selain dalam bentuk penggarapan tanah kembali (reklamasi)
 Persediaan atau penawaran tanah bersifat tetap.
 Kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (Return to scale) yang ditetapkan dengan buruh sebagai faktor variable.
 Diasumsikan bahwa produkstivitas marginal buruh adalah nol. Jika penduduk melampaui jumlah di mana produkstivitas marginal buruhnya nol, buruh dapat dialihkan ke sektor indsutri tanpa mengurangi keluaran (out put) pertanian
 Output sektor industri adalah fungsi dari modal dan buruh saja. Tanah tdk mempunyai peranan sebagai faktor produksi.
 Pertumbuhan penduduk dianggap sebagai fenomena eksogen
 Upah nyata di sektor industri dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan nyata (sebelumnya) sektor pertanian. Mereka menyebutnya upah institusional
 Pekerja dimasing-masing sektor hanya mengkonsumsi produk-produk pertanian
Dari Asumsi diatas Fei dan Ranis menelaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi tiga tahap :
1. Tahap pertama :
Para penganggur tersamar, yang tidak menambah output pertanian, dialihkan ke sektor industri dengan upah institusional yang sama.

2. Tahap kedua :
Pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecil dari pada upah institusional yang mereka peroleh.

3. Tahap Ketiga :
Tahap tinggal landas dan awal pertumbuhan swasembada pada saat buruh pertanian menghasilkan lebih beasr dari pada perolehan upah institusional.


Model Fei-Ranis

Menunjukkan interaksi antara sektor pertanian dan industri di dalam mengawali dan mempercepat pembangunan








TEORI RICARDIAN

David Ricardo (1772-1823)
TEORI RICARDIAN : The Principles of Political Economy and Taxation : 
Diterbitkan 1917 Edisi 1921

ASUMSI TEORI RICARDO
Seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam pertanian membantu menentukan distribusi industri.
“law of diminishing return” berlaku bagi tanah (HUKUM PENURUNAN HASIL)
Persediaan tanah adalah tetap
Permintaan akan gandum benar-benar inelastis
Buruh dan modal adalah masukan yang bersifat variabel
Keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu (given)
Seluruh buruh dibayar dengan upah yang cukup untuk hidup secara minimal
Harga penawaran buruh adalah tertentu dan tetap
Permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal; dan bahwa baik harga permintaan maupun penawaran buruh tidak tergantung pada produktivitas marginal tenaga kerja.
Terdapat persaingan yang sempurna
Pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan;

 Dari asumsi tersebut Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian ;
- Tuan Tanah
- Kapitalis
- Buruh
 Ricardo “ Hasil bumi yang diperoleh dari permukaannya dengan menggunakan buruh secara terpadu mekanisasi, dan modal), dibagi-bagikan kepada tiga kelas masyarakat yaitu PEMILIK TANAH, PEMILIK STOK KAPITAL dan BURUH.
 Pembagian sewa, keuntungan, dan upah
Sewa Per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata dan produk marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal di kalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah. Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh. Jadi dari keseluruhan gandum yang dihasilkan dan dijual, sewa mempunyai prioritas utama dan sisanya (hasil dikurangi sewa) dibagi-bagikan sebagai upah dan keuntungan, sementara bunga termasuk dalam keuntungan.
 Proses Pemupukan Modal.
Penupukan modal merupakan keuntungan, sebab keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pemupukan modal.
FAKTOR PEMUPUKAN MODAL :
1. Kemampuan untuk menabung
2. Kemauan untuk menabung
Sumber lain pemupukan modal
Ricardo, “Pembangunan ekonomi tergantung pada perbedaan antara produksi dan komsumsi; dengan kata lain Modal dapat dinaikkan dengan cara menaikkan produksi atau dengan mengurangi Konsumsi yang tidak produktif”.

 PAJAK menurut Ricardo, pajak hanya dikenakan untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan. Namun Ia tidak menyetujui pengenaan pajak karena pajak akan mengurangi pendapatan, laba, dan pemupukan modal.
 TABUNGAN “Tabungan dapat dibentuk dengan cara menghemat pengeluaran, memproduksi lebih banyak, dan dengan meningkatkan tingkat keuntungan serta mengurangi harga barang.
 PERDAGANGAN BEBAS Ricardo “Perdagangan bebas merupakan faktor penting bagi pembangunan ekonomi suatu negara. Tingkat keuntungan dapat terus menerus tinggi, sehingga sumberdaya dunia dapat digunakan secara lebih efisien melalui perdagangan luar negeri.

TEORI RICARDO
 OY Mengukur banyaknya gandum
 OX Mengukur jumlah buruh yang di pekerjakan.
 Kurva AP: Produk rata2 TK
 MP : Produk marginal TK
 OM : Jmlh Buruh
 OQRM : Jumlah keseluruhan gandum yang diproduksi.
 Sewa ditunjukkan PQRT sbg perbedaan antara AP dan MP.
 OW tingkat upah minimal untuk hidup
 WL kurva penawaran buruh
 OWLM jumlah upah secara keseluruhan.
 WPTL Jlh Keuntungan total adl Sisa stlh jlh keseluruhan out put dikurangi sewa dan upah.
 WPTL = OQRM – (PQRT-OWLM)

o Jumlah keseluruhan output meningkat bersama pembangunan ekonomi, bersamaan dengan itu dan gaji juga miningkat. Hal ini mengarah pada peningkatan jumlah buruh secara proposional.
o Karena penunduk meningkat maka permintaan gandum menigkat, yang pada gilirannya akan menaikkan pula harga gandum.
o Berlakunya “law of diminishing return” pd tanah, sewa akan meningkat, dan keuntungan akan cendrung menurun. Akhirnya kenaikan penduduk dan sewa akan menghilangkan keuntungan situasi ini diterangkan dg gambar :
o Apabila jlh buruh meningkat dr OM ke ON dan keseluruhan out put adlh OABN dr jlh ini OW SN adl jlh keseluruhan upah & WABS adl sewa. Disitu tdk ada keutungan sedikitpun


PENILAIAN KRITIS
Ricardo adalah pelopor ahli ekonomi modern dan pendapatnya mengenai pertumbuhan ekonomi telah dianut oleh banyak kalangan. Pendapat2 Ricardo :

 Pembangunan Pertanian
Menekankan peningkatannya pembangunan pertanian dalam pertumbuhan ekonomi, sebab pembangunan industri tergantung pada sektor itu.
 Tingkat Keuntungan
Peningkatan tingkat keuntungan dalam pembangunan ekonomi sebab pemupukan modal tergantung pada kenaikan tersebut.
 Pentingnya Tabungan
Menekan pentingnya tabungan bagi pemupukan modal.
 Perdagangan Luar Negeri
memberiakn tekanan khusus pada perdagangan luar negeri sebagai sarana memperbaiki keadaan perekonomian sebab perdagangan dalam negeri akan membawa pemanfaatan sumberdaya secara maksimum dan peningkatan pendapatan.
 Teori Dinamis
Menyajikan suatu teori yang dinamis yang menganalisa pengaruh perubahan dari beragai variabel pada pembangunan ekonomi seperti penduduk, upah, sewa, keuntungan dan sebagainya.

Ricardo adalah pelopor ahli ekonomi modern dan pendapatnya mengenai pertumbuhan ekonomi telah dianut oleh banyak kalangan. Pendapat2 Ricardo :

o Mengabaikan Pengaruh Teknologi
Teknologi maju dalam lapangan industri berakibat pada penggantian buruh dan konsekuensi lain yang merugikan. Teori Ricardo didasarkan pada hukum penurunan hasil ( law of diminishing retur)

Teori Keynesian"KEYNESIANISME"

Keynesianisme
John Maynard Keynes,
pencetus Keynesianisme



Keynesianisme atau Ekonomi Keynesian atau Teori Keynesian, adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes.

Teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting.

Kebangkitan ekonomi Keynesianisme menandai berakhirnya ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.

Teori ini menyatakan bahwa trend makroekonomi dapat mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro.
Keynes menekankan pentingnya permintaan agregat sebagai faktor utama penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang sedang lesu.

Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi.

Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah).

Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.

Jumat, 06 Maret 2009

"THE WEALTH OF NATION"


Adam Smith : THE WEALTH OF NATION
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations

Menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.
Menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.


Karya Besar :
The Theory of Moral Sentiments (1759)
An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776)
Essays on Philosophical Subjects (diterbitkan setelah 1795)
Lectures on Jurisprudence (diterbitkan setelah 1976)

THE WEALTH OF NATION
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations
Buku 1:
Faktor-faktor penyebab peningkatan produksivitas tenaga kerja dan bagaimana produksi didistribusikan (pembagian tenaga kerja, market sebagai batas pembagian tenaga kerja, harga).
Buku 2:
Penggunaan dan proses akumulasi stok (pembagian stok, uang sebagai bagian dari stok, akumulasi capital, stok yang dipinjamkan dan bunga).
Buku 3:
Pertumbuhan ekonomi yang berbeda antar Negara (peran perdagangan, kota dan turunnya peran sector pertanian).
Buku 4: Sistem ekonomi politik (proteksi merkantilis).
Buku 5: Penerimaan Negara (public goods, utang).

PEMBAGIAN TENAGA KERJA
 Pembagian tenaga kerja menyebabkan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Secara lebih spesifik, pembagian tenaga dapat:
1. Meningkatkan keahlian
2. Mempersingkat waktu
3. Mendorong inovasi mesin-mesin
 Pembagian tenaga kerja lebih sering terjadi pada manufaktur daripada pertanian.
 Karena itu Negara maju sering ditandai oleh kemajuan sector manufakturnya.
 Meningkatnya produksi mendorong munculnya pedagang-pedagang dan kemajuan transportasi.

Dasar Pembagian Tenaga Kerja
Pembagian tenaga kerja muncul dari dorongan manusia untuk dapat meningkatkan utility dan melakukan pertukaran.
Pertukaran didasari atas prinsip give and take (self interest), bukan benevolence. Smith mengatakan bahwa hanya pengemis bersandar sepenuhnya pada benevolence.
Semakin berbeda karakteristik kedua orang/Negara, perdagangan menjadi semakin menguntungkan karena seseorang dapat membeli produksi orang lain.
 Pembagian Tenaga Kerja Dibatasi oleh Pasar
Karena pertukaran mengiringi pada pembagian tenaga kerja, maka pembagian tenaga kerja dibatasi oleh pasar. Jika pasar terlalu kecil, maka menjadi tidak ekonomis bila dilakukan pembagian kerja.
 Ada beberapa industry yang hanya dapat dilakukan di kota besar. Karena itu peran water-carriage penting sekali untuk menghubungkan antar market di seacoast yang semula tak terhubung dan menjadi meluas ke inland dengan pelayaran sungai atau inland-carriage.
Jika tidak ada perdagangan antar pulau, maka produksi akan proporsional dengan pendapatan dan jumlah penduduk negeri itu.

ASAL PENGGUNAAN UANG
Awalnya adalah barter, komoditi to komoditi. Karena tidak praktis maka berubah menjadi komoditi ke uang. Uang pada awalnya adalah logam berharga, tanpa stempel. Logam lebih divisible daripada komoditi. Tapi kemudian ada masalah dengan akurasi timbangan, kualitas dan skala. Akhirnya dikeluarkan uang koin dengan stempel. Uang adalah instrument perdagangan yang vital. Ketika melakukan pertukaran perdagangan ada dua arti “nilai”: nilai dalam pertukaran vs nilai dalam penggunaan (paradox air-berlian). Nilai pertukaran ditentukan oleh kelangkaan.

AKUMULASI STOK
• Jika tidak ada pembagian tenaga kerja, maka pertukaran akan jarang dilakukan sehingga tidak ada insentif untuk mengakumulasikan stok.
• Jika ada pembagian tenaga kerja, maka seseorang hanya memproduksi sebagian kecil yang ia perlukan, dan sisanya diproduksi oleh orang lain melalui perdagangan.
• Akumulasi stok diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja karena stok capital at some extent adalah koplemen labor.
• Stok tercipta bila ada kelebihan produksi over konsumsi. Stok yang menghasilkan revenue disebut capital. Sedangkan stok yang dicadangkan untuk immediate consumption bukanlah capital

KAPITALISME
Tidak ada prosedur formal-bahkan pada tingkat yang paling abstrak sekalipun-untuk menspesifikasi esensinya.
Kapitalisme adalah semacam netherworld (dunia maya, dunia tidak nyata) yang melingkungi aktivitas bisnis. Dunia maya ini kadang disebut sebagai invisible hand, market menchanism, etc yang menuju pada pertumbuhan.
Adam Smith menyebutkan bahwa proses ini berakhir pada pencapaian socially beneficial paths dimana individu-individu sendiri tidak pernah menyadarinya ketika ia mengumpulkan material wealth.

Wealth dari Surplus Produksi
Elemen yang paling utama dari kapitalisme adalah dorongan untuk mengekstrasi wealth dari aktivitas produktif masyarakat dalam bentuk capital.
Surplus adalah perbedaan antara volume produksi yang dibutuhkan untuk me-maintain pekerja dengan volume produksi yang dihasilkan oleh pekerja.
Dalam precapitalis societies surplus adalah “wealth” dalam bentuk karakteristik fisik tertentu atau menggunakan istilah Smith segala sesuatu yang memiliki nilai penggunaan (use values).
Dalam kapitalisme wealth adalah alat untuk mendapatkan lebih banyak wealth lagi. Capital bukanlah sekedar uang untuk membeli barang-barang yang digunakan untuk produksi.

Sirkuit M-C-M
Sirkuit M-C-M Capital adalah continous transformation dari MCM (money-commodity-money). Jadi ia adalah proses repretitif dan ekspansif. Proses ini dilakukan lewat organisasi perdagangan dan produksi. Keberadaan fisik dari capital justru merupakan kendala yang mesti dihilangkan dengan mengkonversi komoditi kembali menjadi uang. Meski komoditi ini dijual, uang yang dihasilkan tidak dianggap sebagai produk/hasil akhir, namun harus dilihat sebagai sebuah tahapan dari siklus yang tak berakhir.
Kapital dan Dominasi
 Aspek kritis dari uang atau capital tidak terletak pada hak pemilik untuk menggunakannya; namun pada hak untuk menahan penggunaannya ketika pemilik menghendakinya.
 Hak inilah yang membuat kapitalis menjadi dominan dalam dunia perdagangan dan produksi dimana mereka memegang otoritas atas perluasannya.
 Dominasi capital berbeda dengan dominasi militer, gereja, dll.Dominasi capital oleh seseorang yang memiliki seluruh capital namun ia menolak menjual produknya atau menolak memperkerjakan manusia dapat menyebabkan pekerja-pekerja mati kelaparan.

Alasan Akumulasi Kapital
Manusia memiliki dorongan akan prestige dan distinction. Dorongan untuk memperoleh prestige objects meskipun necessary, bukanlah kondisi yang suffient bagi dorongan akan wealth (capital).

Prestige dan distinction memperbesar dan memberikan status bagi pemiliknya, namun ia belum tentu memberikan kemampuan memaksa kepada orang lain.

Wealth berbeda dari prestige goods karena pemiliknya mempunyai kemampuan untuk mengarahkan dan memobilisasi aktiitas masyarakat, meskipun ia mungkin tidak memiliki reputasi atau otoritas politik.Wealth adalah power.

Pasar dan Ketertundukan Kapitalis
Mesti kapitalis memiliki kekuatan dominasi, ia adalah subordinate dari pasar atau pembeli. Pembeli harus dipuaskan agar kapitalis mendapatkan wealth.
Ketertundukan kapitalis pada pasar juga dapat dilihat dari besarnya tingkat upah, sewa, dan bunga yang ia harus bayar-yang kesemuanya ditentukan oleh pasar (price taker). Ini menjadi self-correcting power dalam system.
Di sisi lain pekerja-terutama di sector pertanian dan perkotaan yang tidak memilki akses langsung kepada sumberdaya-juga menerima upah yang ada untuk secure pekerjaan mereka. Jadi,kedua belah pihak sama-sama tunduk oleh pasar.
Harga menjadi semacam magnet yang mengarahkan perilaku pembeli dan penjual. Hasilnya adalah sebuah system yang koherensi dan kontinuitasnya tidak ditentukan dari atas ke bawah (central planning system, namun oleh self-guided aktivitas individu-individu.

Peran Negara
• Negara berperan dalam pertahanan Negara meyediakan public goods/public works termasuk informasi, menjamin property rights,menyediakan hukum dan sanksi.
• Peran Negara dalam rezim capital adalah sebagai defender dan promoter economic realms.
• Jika rezim capital dicabut, maka Negara masih bisa berdiri. Tapi jika Negara dibubarkan, maka rezim capital tidak akan bertahan sehari sekalipun (Ini menunjukkan politics lebih dahulu daripada economic atau dominasi dulu baru eksploitasi).

Pre-kondisi Akumulasi Kapital
Kehendak untuk mencari profits adalah elemen sentral kapitalisme. Proses akumulasi terletak pada kemampuan kapitalis untuk mengekstrak profit dari system yang terletak pada kemampuannya dalam melegitimasi hak milik dalam produksi. Hak-hak membutuhkan pembagian fungsi pendukung secara timbal-balik antara bisnis dan Negara. Ini adalah pre-kondisi untuk akumulasi.

Akumulasi Kapital

Akumulasi capital dimulai ketika masyarakat memasuki transisi menjadi industrial capitalism. Ini dilakukan dengan membangun fixed capitals seperti mesin-mesin dan peralatan, pabrik, jejaring transportasi dan energy, dan fasilitas riset.

Alasannya: kapitalis ingin meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan profitabilitas karena biaya per tenaga kerja menurun.
Dengan biaya yang menurun, kapitalis dapat menginvasi pasar mengalahkan pesaing. Teknologi juga memungkinkan ia menemukan produk baru sehingga kapitalis dapat menghasilkan “rents” karena scarcity. Jadi logika akumulasi berawal dari kecendrungan yang sangat kuat bagi capital untuk mengikuti sirkuit M-C-M.

Berhentinya Proses Akumulasi Kapital
Proses akumulasi ini akhirnya melambat atau berakhir ketika produk ternyata tidak tepat dengan selera pasar atau sudah saturated. Selain itu, bisa juga capital overused dalam ekonomi. Namun perlu diingat bahwa meskipun proses akumulasi ini terjadi terus-menerus, ia memiliki batasan, yang oleh Adam Smith disebut sebagai mencapai dataran (plateau). Atau ada efek katastrofi yang muncul dari ketidakpuasan pekerja yang berujung pada kemarahan dan protes.

Evolusi Proses Akumulasi Kapital
>>Intensifikasi, ekstensifikasi sirkuit M-C-M bukan hanya ditandai dengan kecepatan perubahan teknologi, namun juga ukuran labor force yang diperjakan perusahaan.
>>Money-capital tidak lagi memiliki oleh orang per orang, namun sekarang diperbesar melalui penerbitan saham dan obligasi perusahaan.
>>Karakter manajemen dan pengawasan yang semula terletak pada seseorang entrepreneur sekarang dipisah-pisah berdasarkan fungsi khususnya.

Peran Pemerintah
Semakin besar akumulasi capital, semakin besar kekuatan kehancurannya (ketika gagal). Karena itu, kapitalis meminta peran pemerintah.
Kapitalisme akan berhasil jika mampu menyelesaikan ketidakstabilan internasionalisasi capital, inflasi, kerapuhan sosial dan ekologi, memanfaatkan fungsi Negara (Tapi ada kemungkinan juga terjadi government failure).
Jadi Negara kapitalis yang paling maju sekalipun mengadopsi control sosial.

Jadi Apakah Kapitalisme Itu?
Dilihat dari proses kemunculan dan pertumbuhannya, kapitalisme adalah bentuk sosial dimana di dalamnya akumulasi capital menjadi dasar organisasi dalam kehidupan sosiopolitik.
Akumulasi capital sendiri adalah proses sosial yang berkesinambungan dari money to commodity to money yang lebih besar lagi (M-C-M) yang didasari oleh kehendak individu untuk mengakumulasi wealth yang menjadikannya memiliki power, prestige dan dictinction sekaligus.

Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa.

Ciri-ciri Kapitalisme:
1. Sebagian besar sarana produksi dan distribusi dimiliki oleh individu.
2. Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas (free market) yang bersifat kompetitif.
3. modal kapitali (baik uang maupun kekayaan lain) diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba (profit)
footnote on WEALTH OF NATION--------------------------------------------------

Dalam bukunya “Wealth of Nation” tersebut Smith, tidak memunculkan kata capitalism, tapi dia sering memakai kata capital. Buku Wealth of Nation sangat bersifat deduktif-positivistik. Menurut Smith, persaingan bebas akan menghasilkan spesialisasi yang nantinya akan meningkatkan produktifitas dan berakibatnya pada kestabilan harga.
Seseorang dikatakan kapitalis ketika ia terus mengakumulasikan kekayaannya (tidak menyimpannya) melalui usaha barang dan jasa. Karena memperebutkan pasar, sering terjadi “pembunuhan” antar kapitalis.